Monday, November 23Welcome to Our Website

Memilih Potongan Terbaik Steak Anda (Bagian 2)

Sambungan dari bagian 1…

Penunjuk kualitas, seperti prime, choice dan select, dapat membantu, tetapi tidak setiap steak yang Anda beli di toko akan memiliki tanda ini. Jika ada, prime adalah kualitas terbaik, kemudian choice, kemudian select. Selain itu, pemilahan kualitas ini sebagian besar didasarkan pada marbling, jadi bahkan jika dagingnya belum diklasifikasikan pada kelas tertentu, Anda dapat mengidentifikasi potongan daging superior dengan melihat marbling-nya.

Ketebalan Steak

Jika Anda membeli steak di supermarket, Anda mungkin terbatas pada steak apa pun yang ada di etalase atau di freezer. Tetapi di toko daging, tukang daging mungkin memotong steak secara khusus Anda, yang berarti Anda harus menentukan seberapa tebal potongan daging yang Anda inginkan.

Ketebalan yang kami sarankan adalah 1,5 inci (sekitar 3,8cm). Satu inci sedikit terlalu tipis, sedangkan dua inci mungkin terlalu tebal. Jika daging dipotong terlalu tipis, Anda bisa melewatkan pengalaman mewah memakan steak yang sempurna dan lezat, dan Anda juga berisiko memasaknya terlalu lama.

Steak yang terlalu tebal memberi Anda masalah sebaliknya. Jika Anda tidak berhati-hati, Anda bisa memasak bagian luarnya dengan baik tetapi bagian dalamnya kurang matang. Ketebalan steak lebih dari dua inci juga akan membuatnya menjadi canggung karena terlalu besar untuk dimakan. Satu setengah inci adalah ketebalan yang sempurna untuk steak.

Dry-Aged Beef (Daging Sapi Yang Dikeringkan)

Semua daging sapi pada umumnya sudah mengalami proses aging (penuaan, biasanya didiamkan selama beberapa hari) sebelum sampai ke supermarket atau toko daging. Ada dua metode untuk proses aging daging sapi, yaitu wet-aged dan dry-aged. Daging sapi diproses dengan metode wet-aged hanya disimpan dalam kantong hampa udara dan ini adalah cara aging pada sebagian besar daging ayng dijual di supermarket. Sebaliknya, daging sapi yang diproses secara dry-aged menghasilkan citarasa yang lebih kuat dan merupakan cara aging untuk daging sapi paling mewah.

Daging sapi dry-aged telah digantung dalam pendingin untuk waktu yang lama — beberapa minggu, biasanya — dengan kelembaban yang terkendali, yang memungkinkan kelebihan uap air mengalir keluar, sehingga mebuat rasanya menjadi lebih pekat dan juga melunakkannya karena proses ini memungkinkan enzim alami daging untuk memecah beberapa jaringan ikat yang membuat steak menjadi liat.

Walaupun mungkin tidak lazim untuk menemukan daging sapi dry-aged di supermarket, Anda biasanya dapat membelinya di toko daging yang bagus. Kualitas dan rasa superior ini tidaklah murah. Daging sapi dry-aged lebih mahal, karena memiliki lebih sedikit kelembaban di dalamnya – dengan demikian menjadi lebih ringan – daripada steak biasa.

Steak dry-aged juga harus dipangkas lebih banyak, yang berarti Anda harus membayar sedikit lebih mahal untuk menebus potongan-potongan yang dipangkas tersebut. Steak dry-aged memang lebih mahal, tapi rasanya sepadan dengan harganya.